5 Cara Mengatur Keuangan Warung dengan Benar

https://lh3.googleusercontent.com/M8YO-ISxjm2l5_OdCYdLUr5Q3I8UH6juOIdAEajDCnxoCg-Bqd6F9E6B6XAj_aYTyxHpXGc73d3XmZXRSocPWtgVag3XBqX9r8k9irI14F8MxoEYwO2wsq8F3_z4CCZthxgAXCeU

Mengelola keuangan warung bisa dilakukan dengan langkah yang sederhana. Ada banyak kesalahan dalam pengelolaan keuangan warung. Nah, untuk itu perlu mengatur keuangan warung dengan tujuan agar laba yang dihasilkan pun menjadi lebih maksimal.

Di tengah gencarnya pinjaman lunak dari pinjaman uang online, usaha warung sebenarnya bisa lebih berkembang lagi. Hanya saja, perlu membenahi keuangannya terlebih dahulu jika ingin mengembangkan usaha dengan modal utang produktif.

Berikut ini adalah beberapa ulasan sederhana bagaimana caranya mengatur keuangan warung dengan benar.

1. Memiliki buku catatan pemasukan dan pengeluaran

Mencatat setiap pengeluaran sekecil apapun adalah salah satu kunci pengaturan keuangan yang baik. JIka ingin lebih praktis, kini sudah banyak aplikasi pencatatan keuangan usaha kecil seperti warung atau toko kecil.

Semua biaya operasional pun harus dicatat dalam buku keuangan. Contoh sederhana seperti pengeluaran untuk pembungkus apalagi jika melayani antar jemput barang. Artinya sekecil apapun pengeluaran tetap harus direkap dalam buku catatan. 

2. Memisahkan isi dompet pribadi dan kas warung

Dalam usaha kadang-kadang masih ada yang menyatukan antara kas pribadi dengan kas usaha. Nah, hal ini sangat penting terutama jika ingin mengevaluasi usaha warung yang dijalankan. Artinya jika ingin benar-benar mengembangkan usaha kecil yang dijalankan semakin besar, diperlukan pemisahan keuangan agar lebih terukur. 

Sangat sulit mengevaluasi keuangan usaha jika kasnya saja sudah tercampur dengan keuangan pribadi. Oleh karena itu, sesulit apapun atau sekecil apapun usaha, tetap harus memisahkan keuangannya dengan kas pribadi. Ini juga termasuk dalam menentukan gaji sendiri dari usaha yang dijalankan. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Perhitungannya harus diukur secara seksama. Itulah mengapa pemisahan kas pribadi dan warung menjadi sangat penting.   

3. Belajar mengatur stok barang

Adapun warung kecil dengan barang-barang yang masih sedikit menjadi lebih mudah dalam mengatur stok barang. Sebelum belanja pun harus memprediksi barang apa saja yang harus diperbanyak sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya jelang liburan kira-kira barang apa saja yang harus ditambah stoknya. 

Mumpung masih sedikit, stok barang bisa diatur dengan lebih mudah. Dari belajar mengatur stok yang kecil ini menjadi pembelajaran untuk mengelola barang jika usaha warung yang dijalankan menjadi semakin besar.  

4. Ikuti tren teknologi dengan pembayaran digital

Teknologi bisa menjadi ganjalan sekaligus potensi yang menjanjikan. Salah satunya adalah dengan menambahkan pembayaran digital. Tujuannya sederhana saja, agar konsumen juga bisa mendapatkan kemudahan dalam transaksi. 

Pembayaran digital pun bisa membantu dalam membukukan pemasukan. Dengan kemudahan tersebut akan semakin menguntungkan para pengusaha warung kecil-kecilan. 

5. Manfaatkan laba untuk mengembangkan usaha

Dalam mengatur keuangan warung pun harus ada alokasi laba yang dianggarkan untuk mengembangkan usaha. Setidaknya bisa dianggarkan sebesar 10-20 persen dari laba yang didapatkan, Selebihnya bisa dialokasikan untuk gaji sendiri, stok barang, cicilan utang jika ada.

Jika ada kesempatan untuk mengembangkan usaha, jangan menunggu terlalu lama karena kesempatan tidak akan datang kedua kalinya. Jika pun ingin berutang, pastikan benar-benar sesuai dengan kemampuan finansial warung. Utang produktif boleh diajukan maksimal sepertiga dari laba warung yang dimiliki. Kita juga bisa memanfaatkan pinjaman uang online dari aplikasi tepercaya seperti Kredivo.

Kredivo sudah terdaftar di OJK dengan nomor S-236 / NB.213 / 2018 atas nama PT FinAccel Digital Indonesia sebagai salah satu fintech yang memberikan pinjaman uang cepat cair lewat aplikasi secara online. 

Limit kredit yang diberikan oleh Kredivo hingga Rp30 juta per member dengan bunga 2.95% per bulan yang dapat dicicil dengan pilihan tenor 3 dan 6 bulan. 

Ada dua produk pinjaman uang online yang ditawarkan oleh Kredivo yaitu pinjaman mini dengan maksimal limit Rp1 juta dan pinjaman jumbo dengan pengajuan mulai dari Rp1 juta. Sementara layanan kredit online tetap bisa dimanfaatkan ketika belanja di beberapa ecommerce atau merchant yang sudah bermitra dengan Kredivo.

Untuk mendaftar menjadi member Kredivo, kamu harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Itulah beberapa cara dalam mengatur keuangan warung dengan benar. Jangan ragu jika membutuhkan dana pengembangan usaha dari Kredivo. Unduh aplikasi resminya secara gratis lewat Google Play Store maupun App Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *